Nutrisi dan Pemberian Makan
ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan sangat dianjurkan karena mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi, termasuk protein, lemak, vitamin, mineral, serta antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi. WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa bayi tidak memerlukan cairan atau makanan tambahan lain sebelum usia 6 bulan, bahkan air putih sekalipun.
Memasuki usia 6 bulan ke atas, kebutuhan gizi bayi meningkat sehingga Makanan Pendamping ASI (MPASI) perlu diberikan. ASI tetap dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih, tetapi harus disertai dengan MPASI yang tepat.
Prinsip MPASI menurut WHO dan IDAI
- Bergizi seimbang
MPASI harus mengandung sumber energi, protein hewani (seperti ikan, telur, daging, atau ayam), sayur, buah, serta lemak sehat. Variasi bahan makanan penting agar kebutuhan zat gizi bayi terpenuhi. - Aman dan higienis
Proses pengolahan dan penyajian makanan harus bersih untuk mencegah penyakit infeksi. Mulai dari mencuci tangan, peralatan, hingga cara menyimpan makanan perlu diperhatikan. - Tekstur bertahap
- Awal: bubur halus atau puree.
- Selanjutnya: makanan lumat atau agak kasar.
- Usia lebih besar: makanan cincang, lalu finger food (makanan yang bisa digenggam).
Pemberian bertahap ini membantu melatih keterampilan makan bayi dan perkembangan oromotoriknya.
- Hindari gula dan garam berlebihan
WHO menegaskan bahwa bayi tidak membutuhkan tambahan gula atau garam pada MPASI. Pemberian berlebihan dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari.
Dengan mengikuti panduan ini, bayi mendapatkan asupan gizi optimal yang menunjang pertumbuhan, perkembangan otak, serta daya tahan tubuhnya.
📖 Sumber: WHO – Infant and Young Child Feeding
