Pola Tidur Bayi
Bayi baru lahir umumnya membutuhkan waktu tidur yang cukup lama, yaitu sekitar 12–16 jam per hari. Namun, tidur mereka belum teratur karena masih terbagi dalam periode singkat, biasanya 2–4 jam sekali. Hal ini wajar, sebab pada usia dini bayi belum bisa membedakan antara siang dan malam.
Kondisi ini sering membuat orang tua merasa kelelahan, terutama di minggu-minggu pertama. Meski begitu, pola tidur bayi akan perlahan lebih teratur seiring bertambahnya usia. Pada usia sekitar 3–4 bulan, sebagian bayi mulai memiliki waktu tidur malam yang lebih panjang, meskipun tetap membutuhkan tidur siang beberapa kali.
Tips Membantu Membentuk Ritme Tidur Bayi
Agar bayi bisa mengenali perbedaan siang dan malam serta terbiasa dengan rutinitas, orang tua dapat mencoba langkah sederhana berikut:
- Malam hari: redupkan lampu kamar, kurangi suara, dan hindari stimulasi berlebihan. Tujuannya agar bayi mengasosiasikan malam dengan waktu tidur.
- Siang hari: biarkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan dan tetap lakukan interaksi dengan bayi, misalnya mengajak berbicara atau bermain sebentar. Dengan begitu, bayi belajar bahwa siang adalah waktu aktif.
- Biasakan tidur mandiri: usahakan meletakkan bayi ke tempat tidur ketika ia mulai mengantuk, bukan setelah benar-benar tertidur. Cara ini membantu bayi perlahan belajar menenangkan dirinya sendiri.
Pentingnya Konsistensi
Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda. Ada yang cepat menyesuaikan, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Yang terpenting adalah konsistensi orang tua dalam membentuk rutinitas tidur. Dengan pola sederhana ini, bayi akan perlahan belajar membedakan waktu istirahat dan waktu aktif, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan orang tua pun bisa beristirahat dengan lebih baik.

📖 Sumber: Mayo Clinic – Baby Sleep